.:   DIETILENGLIKOL DINITRAT :.

 [ DIETHYLENEGLYCOL DINITRATE]

 

 

 

 

 

2,2’-Oxydiethanol dinitrate

 

 

Rumus Molekul : C4H8N2O7                                                                             

Massa Molekul : 196,14 Dalton

  1. PENANDA PRODUK

NOMOR REGISTER CAS

:

693-21-0

NOMOR HS : 2909.41.00.00
NOMOR UN : 0075

 

Sinonim dan nama dagang

 

Diethylene glycol dinitrate; Dinitroglycol; Diglycol dinitrate; Oxydiethylene nitrate; Bis (hydroxyaethyl)-aether-dinitrat; Di (hydroxyethyl) ether dinitrate; Dinitrate de diethylene-glycol; Dinitrodiglycol, DEGDN

 

  1. SIFAT KIMIA DAN FISIKA

  1. Keadaan fisik

:

Cairan, tak berwarna atau kuning, rasa pahit

  1. Titik beku

:

- 113 °C

  1. Titik didih

:

161 °C

  1. Titik nyala

:

meledak

  1. Kerapatan uap

:

6,76 (udara = 1)

  1. Berat jenis

: 1,377 (air = 1)
  1. Kelarutan

: Larut sedikit dalam air, bercampur dengan nitrogliserin, nitroglikol, eter, aseton, metanol, kloroform, benzena, tidak bercampur dengan etanol, karbon tetraklorida

 

 

  1. ELEMEN LABEL BERDASARKAN GHS

  1. Penanda Produk

:

(mencakup informasi tentang nama senyawa atau komposisi kimia penyusun produk dan/ atau nama dagang serta nomor pengenal internasional seperti Nomor Registrasi CAS, Nomor UN atau lainnya).

  1. Identitas Produsen/Pemasok

: (mencakup nama, nomor telepon dan alamat lengkap dari produsen/ pemasok bahan kimia)
  1. Piktogram Bahaya

:

  1. Kata Sinyal

:

"AWAS"

  1. Pernyataan bahaya

:

  • Berbahaya jika tertelan

  • Dapat berbahaya jika terkena kulit

  1. Pernyataan kehati-hatian (hanya memuat sebagian dari pernyataan kehati-hatian yang ada)

:

  • Dilarang makan, minum dan merokok sewaktu menggunakan bahan ini

  • Basuh tangan dengan seksama sesudah menangani bahan ini

  • Basuh mulut

  • Hubungi pusat penanggulangan  keracunan atau dokter/tenaga medis jika anda merasa tidak sehat.

  1. PENYIMPANAN

Tidak boleh diangkut bersama-sama dengan pangan atau bahan pangan.

 

 

  1. PENGGUNAAN

Data tidak tersedia

 

  1. STABILITAS DAN REAKTIVITAS

  1. Stabilitas  

:

Dapat meledak jika terkena guncangan, pergesekan atau pemanasan

  1. Peruraian yang berbahaya

:

Hasil urai pada pemanasan berupa oksida nitrogen

  1. Polimerisasi

:

Tidak terjadi polimerisasi.

  1. Kondisi untuk dihindar  

:

Hindarkan panas, nyala api, percikan dan sumber api lain

  1. Inkompatibilitas

    Dietilenglikol Dinitrat dengan :

:

Tidak boleh dicampurkan dengan (incompatible) dengan oksidator dan reduktor

  • Oksidator : menimbulkan reaksi yang dahsyat

  • Reduktor : menimbulkan reaksi yang dahsyat

 

  1. INFORMASI DAN TAKSIKOLOGI

  1. Data Toksisitas :

    LD50 tikus – oral 753 mg/kg                 

    LD50 mencit – oral 1250 mg/kg                 

    LD50 kelinci – kulit >2 g/kg

    LD50 marmut – oral 1250 mg/kg

  1. Data Mutagenik : Data tidak tersedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Data Karsinogenik :

    GHS : Data tidak tersedia

    IARC : Data tidak tersedia

    OSHA : Data tidak tersedia

    NTP : Data tidak tersedia

  1. Data Iritasi/Korosi : Data tidak tersedia

     

  2. Data Teratogenik : Data tidak tersedia

     

  3. Data Tumorigenik : Data tidak tersedia

     

  4. Data Efek Reproduktif : Data tidak tersedia

     

  5. Efek Lokal : Data tidak tersedia

     

  6. Organ Sasaran : Data tidak tersedia

     

  7. Kondisi Medis yang Diperburuk oleh Paparan : Data tidak tersedia

 

  1. EFEK TERHADAP KESEHATAN

  1. Terhirup

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Penghirupan uap dapat menyebabkan sakit kepala. Penghirupan produk sejenis, etilen glikol dinitrat (EGDN), dapat menyebabkan efek yang serius terhadap kesehatan dengan gejala penurunan tekanan darah karena vasodilasi, meningkatnya kecepatan denyut nadi, sakit kepala, pusing, mual, muntah, tekanan darah rendah, takikardia, parestesia periferal, nyeri dada dan methemoglobinemia

  • Paparan Jangka Panjang

:

Data tidak tersedia

  1. Tertelan

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Penelanan dapat menyebabkan hipotensi dan kemungkinan gangguan pada jantung. Senyawa dinitrat lainnya pada dosis rendah dapat menyebabkan pembentukan methemoglobin, namun, dietilenglikol dinitrat dosis rendah tidak dapat. Dosis tunggal melalui oral menghasilkan sianosis akut dan luka pada susunan syaraf pusat pada hewan.

  • Paparan Jangka Panjang

     

:

Studi pada hewan mengindikasikan penurunan pada tekanan darah setelah paparan jangka panjang dan efeknya dapat terus menerus. Efek lainnya yang penting adalah terhadap susunan syaraf pusat, kondisi immunologik, sumsum tulang dan sistem kardiovaskular

  1. kontak dengan mata

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Data tidak tersedia

  • Paparan Jangka Panjang

:

Data tidak tersedia

  1. Kontak dengan kulit

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Tidak ada data yang tersedia mengenai efek iritasi dan sifat absorbsi senyawa ini. Bagaimanapun, senyawa sejenis, etilen glikol dinitrat, sangat mudah terabsorbsi segera melalui kulit yang utuh mengakibatkan gejala serupa dengan efek yang diakibatkan oleh paparan terhirup jangka pendek.

  • Paparan Jangka Panjang

     

:

Data tidak tersedia

  1. ANTIDOTUM

Data tidak tersedia

 

 

  1. INFORMASI EKOLOGI

     

    1. Perilaku dan Potensi Migrasi di Lingkungan : Data tidak tersedia

       

    2. Data Ekotoksisitas :

      • Toksisitas pada Ikan :

        LC50 (mortalitas) 284100 mg/L selama 96 jam – Onchorhynchus mykiss (Rainbow trout, Donaldson trout)

      • Toksisitas pada Invertebrata :

        LC50 (mortalitas) 355300 mg/L selama 48 jam – Gammarus pseudolimnaesus (Scud)

      • Toksistas pada Alga :

        EC50­ (pertumbuhan) 163700 mg/L selama 5 jam – Selenastrum capricornutum (Alga hijau)

 

  1. KONTROL PAPARAN DAN ALAT PELINDUNG DIRI

  1. Batas paparan : Data tidak tersedia

  1. Metode Pengambilan Sampel : Data tidak tersedia

  1. Metode/ prosedur pengukuran paparan :

    • Difasinon dalam kadar 0,005% dalam biji-bijian ditetapkan secara kromatografi cair kinerja tinggi setelah diekstraksi dalam asam asetat

    • Difasinon ditetapkan kadarnya secara spektrofotometri setelah dibentuk suatu kompleks dengan Fe(II), Fe(III) atau Co(II).

  1. Ventilasi :

    Sediakan peralatan penyedot udara atau sistem ventilasi proses tertutup. Peralatan ventilasi harus tahan guncangan jika terdapat bahan dengan konsentrasi yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan. Pastikan sesuai dengan batas paparan yang ditetapkan.

  1. Alat pelindung diri :

  • Respirator :

    Dalam kondisi dimana penggunaan yang berulang atau paparan yang terus-menerus, perlindungan pernafasan mungkin diperlukan. Penggunaan pelindung pernafasan disesuaikan dengan urutan prioritas dari minimum hingga maksimum. Perhatikan petunjuk peringatan sebelum penggunaan

    • Jenis respirator yang digunakan :

      • Respirator selongsong (chemical cartridge respirator) bahan kimia jenis apa saja dengan selongsong untuk uap organik.

      • Respirator selongsong bahan kimia jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh dan selongsong untuk uap organik.

      • Respirator dengan pemurnian udara jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh dan selongsong untuk uap organik

    • Untuk konsentrasi yang tidak diketahui atau seketika/ langsung berbahaya terhadap kehidupan atau kesehatan

      • Respirator dengan pasokan udara jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh yang dioperasikan sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan atau mode tekanan-positif lainnya dikombinasikan dengan peralatan pelepasan udara keselamatan yang terpisah.

      • Alat pernafasan serba lengkap jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh.

  • Pelindung Mata :

    Gunakan  kacamata  keselamatan yang tahan pecahan yang dilengkapi dengan pelindung wajah. Jangan gunakan lensa kontak ketika bekerja dengan bahan kimia ini. Sediakan kran air pencuci mata untuk keadaan darurat dan semprotan air deras di sekitar lokasi kerja.

     

  • Pakaian :

    Gunakan pakaian pelindung tahan bahan kimia yang sesuai

     

  • Sarung Tangan :

    Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia yang sesuai.

     

  • Sepatu : Data tidak tersedia

  1. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA

  1. Jika terhirup

     

:

Jauhkan segera korban dari paparan. Gunakan masker berkatup atau peralatan sejenis untuk membuat pernafasan buatan (pernafasan keselamatan) jika diperlukan. Bawa ke dokter.

  1. Jika tertelan

     

:

Jika terjadi muntah, jaga agar posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah aspirasi.  Bawa ke dokter jika diperlukan.

  1. Jika terkena mata

     

:

Basuh mata segera dengan air yang banyak atau menggunakan larutan garam fisiologis. Sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah hingga tidak ada bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke dokter

  1. Jika terkena kulit

     

:

Lepaskan segera pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci bagian yang terkena dengan sabun atau deterjen lunak dengan jumlah air yang banyak hingga tidak ada bahan kimia yang tertinggal (setidaknya selama 15-20 menit). Bawa ke dokter jika diperlukan.

  1. TINDAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

  1. Bahaya ledakan dan kebakaran

:

Bahaya kebakaran sangat besar. Bahaya ledakan sangat besar.

  1. Media pemadam

: Alirkan air yang sangat banyak. Jika tidak ada air yang tersedia, gunakan bahan kimia kering, busa, karbon dioksida
  1. Tindakan pemadaman

     

     

:

Jangan pindahkan kemasan yang telah rusak atau terkena panas. Jangan berusaha memadamkan api dalam kargo atau tempat penyimpanan.Isolasi daerah bahaya dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Biarkan api menyala. Untuk kebakaran pada tangki, kereta reli atau truk tangki, radius evakuasi : 1600 meter (1 mil). Mudah meledak.  Hindari penghirupan bahan atau produk hasil pembakaran. Radius evakuasi : 5000 kaki

 

 

  1. Produk pembakaran yang berbahaya

:

Data tidak tersedia

 

  1. TINDAKAN PENANGANAN TUMPAHAN/ BOCORAN

Cara penanggulangan tumpahan/ bocoran jika terjadi emisi:
 

  1. Di tempat kerja

     

     

:

Hindarkan panas, api, percikan dan sumber nyala lain. Jangan sentuh bahan yang tumpah. Jauhkan dari sumber api. Radius evakuasi : 2500 kaki.

Isolasi daerah bahaya dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

Kumpulkan cairan tumpahan/ bocoran dalam kemasan yang disegel. Absorbsi sisa cairan tumpahan/ bocoran dengan pasir atau bahan absorben yang inert. Jangan biarkan bahan kimia ini masuk ke lingkungan.

 

  1. Ke udara

:

Data tidak tersedia

  1. Ke air

:

Data tidak tersedia

  1. Ke tanah

:

Data tidak tersedia

 

  1. PENGELOLAAN LIMBAH

Sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

 

  1. INFORMASI TRANSPORTASI


 

  1. Pengangkutan Udara IATA/ ICAO : Data tidak tersedia

  1. Pengangkutan Laut IMDG : Data tidak tersedia

  1. INFORMASI LAIN

Nomor RTECS :  ID 6825000

Nomor EINECS : 603-033-00-4

 

 

  1. PUSTAKA

 

PENYUSUN

Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan POM