SULFOTEP

 [SULFOTEP]

 

 

O,O,O’,O’-Tetraethyl dithiopyrophosphate

 

Rumus Molekul :    C8H20O5P2S2

Massa Molekul : 322,34 Dalton

 

  1. PENANDA PRODUK

NOMOR REGISTER CAS

:

3689-24-5

NOMOR HS

:

 2920.20.00.00

NOMOR UN           

:

1704

 

Sinonim dan nama dagang

Thiodiphosphoric acid, tetraethyl ester; Thiopyrophosphoric acid, tetraethyl ester; Ethyl thiopyrophosphate; Tetraethyl thiodiphosphate; Tetraethyl thiopyro-phosphate; Thiopyrophosphoric acid, tetraethyl ester; Thiodiphosphoric acid, tetraethyl ester; Tetraethyl dithiopyrophosphate; Bladafum; Dithione; TEDP; SULFOTEPP; THIOTEPP

 

 

  1. SIFAT KIMIA DAN FISIKA

  1. Keadaan fisik

:

Cairan yang bertekstur mengalir bebas, kuning, berbau seperti bawang putih

  1. Titik didih

:

138 °C pada 2 mmHg

  1. Tekanan uap

:

0,00017 mmHg pada 20 °C

  1. Berat Jenis

:

1,196 (air = 1)

  1. Log Kow

:

3,99

  1. Kelarutan

:

Kelarutan dalam air 25 bpj pada suhu 20, °C Larut dalam alkohol, diklorometana, n-heksan, 2- propanol, toluen, pelarut organik. Sedikit larut dalam petroleum eter dan ligroin.

 

  1. ELEMEN LABEL BERDASARKAN GHS

  1. Penanda Produk

:

(mencakup informasi tentang nama senyawa atau komposisi kimia penyusun bahan dan/ atau nama dagang serta nomor pengenal internasional seperti Nomor Registrasi CAS, Nomor UN atau lainnya).

  1. Identitas Produsen/Pemasok

:

(mencakup nama, nomor telepon dan alamat lengkap dari produsen/ pemasok bahan kimia)

  1. Piktogram Bahaya

:

  1. Kata Sinyal

:

"BAHAYA"

  1. Pernyataan bahaya

:

  • Fatal jika tertelan

  • Fatal jika terhirup

  • Fatal jika terkena kulit

  • Diduga merusak fertilitas atau janin

  • Menyebabkan iritasi ringan pada kulit

  • Sangat toksik bagi kehidupan akuatik

  1. Pernyataan kehati-hatian (hanya memuat sebagian dari pernyataan kehati-hatian yang ada)

:

  • Dilarang makan, minum atau merokok  sewaktu menggunakan bahan ini

  • Basuh tangan dengan seksama ketika menangani bahan ini

  • Jika terhirup pindahkan korban ke udara segar dan istirahatkan pada posisi yang nyaman untuk bernafas

  • Jangan menghirup debu/ asap/ gas/ kabut/ uap/ semprotannya

  • Gunakan hanya diluar ruangan atau di area yang berventilasi baik

  • Kenakan  sarung tangan pelindung dan pelindung mata/ wajah, pelindung pernafasan serta pakaian pelindung yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh produsen/ pemasok atau pihak berwenang yang kompeten.

  1. PENYIMPANAN

Pisahkan dari bahan yang tidak boloeh dicampurkan.

 

  1. PENGGUNAAN

Sebagai insektisida, mitisida.

  1. STABILITAS DAN REAKTIVITAS

  1. Stabilitas  

:

Stabil pada suhu dan tekanan normal.

  1. Peruraian yang berbahaya

:

Hasil urai pada pemanasan berupa fosfor oksida dan sulfur oksida.

  1. Polimerisasi

:

Tidak terjadi polimerisasi

  1. Kondisi untuk dihindari  

:

Hindari panas, nyala api, percikan dan sumber api lain. Kemasan dapat pecah atau meledak jika kena panas.

  1. Inkompatibilitas

    Sulfotep   dengan :

:

Tidak boleh dicampurkan (incompatible) dengan logam, bahan mudah terbakar, bahan pengoksidasi.

 

  • Besi : Dapat mengalami korosi.

  • Karet, plastik dan bahan pelapis : Beberapa bentuk dapat mengalami kerusakan.

  • Oksidator (kuat) : Dapat menyebabkan bahaya kebakaran dan ledakan.

 

  1. INFORMASI DAN TAKSIKOLOGI

  1. Data Toksisitas :

    LD50 tikus – oral 5 mg/kg

    LC50 tikus – inhalasi 38 mg/m3/4 jam

    LD50 tikus – kulit 65 mg/kg

    LD50 tikus – intraperitoneal 6600 µg/kg

    LD50 tikus – intramuskular 55 µg/kg

    LC50 tikus – inhalasi 40 mg/m3/4 jam

    LD50 mencit – oral 22 mg/kg

    LD50 mencit – intraperitoneal  940 µg/kg

    LD50 mencit – subkutan 8 mg/kg

    LD50 mencit – intravena 300 µg/kg

    LD50 mencit – intramuscular 500 µg/kg

    LD50 kelinci – oral 25 mg/kg

    LD50 kelinci – kulit 20 mg/kg

  1. Data Mutagenik :

    Mutasi pada mikroorganisme – Salmonella typhimurium  1 mg/pelat (-S9)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Data Karsinogenik :

    GHS        :  Data tidak tersedia

    IARC       :  Data tidak terseida

    ACGIH     :  A4 – Tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogen pada manusia.

    NTP        : Data tidak tersedia

  1. Data Iritasi/Korosi :

    tidak tersedia

     

  2. Data Teratogenik :

    tidak tersedia

     

  3. Data Tumorigenik :

    tidak tersedia
     

  4. Data Efek Reproduktif :

    TDLo        mencit multigenerasi – oral 1050 mg/kg

    TDLo        mencit betina hamil – intraperitoneal 40 mg/kg selama 11 hari, secara kontinyu

     

  5. Efek Lokal :

    data tidak tersedia

  1. Organ Sasaran :

    Susunan syaraf

     

  2. Kondisi Medis yang Diperburuk oleh Paparan :

    Gangguan pada hati, susunan syaraf, dan  pernafasan.

 

  1. EFEK TERHADAP KESEHATAN

  1. Terhirup

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Ketika terhirup, efek penghambat kolinesterase mula – mula umumnya terjadi pada pernafasan, dapat meliputi hiperemia dan pengeluaran air di bagian hidung, batuk, ketidaknyamanan dada, sesak nafas, dan nafas berbunyi karena meningkatnya sekresi bronkial dan penyempitan bronkhial. Jika terabsorbsi dalam jumlah yang cukup, efek sistemik lainnya dapat terjadi dalam waktu beberapa menit atau tertunda hingga 12 jam. Gejala dapat meliputi pucat, mual, muntah, diare, kejang perut, sakit kepala, pusing, nyeri mata, pandangan kabur, miosis atau dalam beberapa kasus, khususnya gejala awal, midriasis, lakrimasi, pengeluaran air liur dan keringat, dan rasa bingung. Efek lain yang dilaporkan terjadi pada susunan syaraf pusat atau syaraf otot dapat meliputi ataksia, bicara yang tertelan, arefleksia, kelemahan, keletihan, fasikulasi, kedutan, kemungkinan tremor pada lidah dan kelopak mata, dan akhirnya kelumpuhan pada kaki dan tangan dan kemungkinan pada otot pernafasan. Dalam kasus berat juga dapat terjadi buang air besar dan buang air kecil di luar kemauan (tanpa sengaja), sianosis, psikosis, hiperglikemia, pankreatitis akut, ketidakteraturan denyut jantung, edema paru, kehilangan kesadaran, kejang, dan koma. Kematian terutama disebabkan karena kegagalan pernafasan, walaupun efek kardiovaskular termasuk penghentian denyut jantung dapat juga terjadi. Akibat jangka panjang jarang terjadi, namun dapat meliputi gangguan neuropsikiatrik dan penyakit pada otot dengan pelunakan otot. Beberapa senyawa organofosfat dapat menyebabkan neuropati yang tertunda dimulai 1 – 4 minggu setelah paparan akut dimana dapat atau tidak dapat menyebabkan efek kolinergik akut. Kematian rasa, rasa gelitik, kelemahan dan kejang yang dimulai secara simetrik pada tungkai dan lengan bawah yang dapat berkembang menjadi ataksia dan kelumpuhan. Dalam kasus berat, kemungkinan efek-efek tersebut dapat terjadi pada tungkai dan lengan bagian atas dan paralisis lemah yang dapat berkembang menjadi paralisis yang disertai kejang dengan refleks yang berlebihan. Perbaikan dapat terjadi dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun kemudian, namun biasanya beberapa gangguan fungsi masih dapat dirasakan.

 

 

  • Paparan Jangka Panjang

:

Sama seperti paparan organofosfat

Paparan berulang atau terus menerus dapat mengakibatkan efek yang serupa terjadi pada paparan jangka pendek, termasuk neuropati yang tertunda. Efek lainnya yang dilaporkan terhadap pekerja yang terpapar secara berulang meliputi kerusakan daya ingat dan konsentrasi, psikosis akut, depresi berat, sifat cepat marah, rasa bingung, kelesuan, ketidakstabilan emosi, suka menyendiri (menarik diri dari lingkungan sosial), sakit kepala, kesulitan berbicara, waktu respon tertunda, disorientasi tempat, mimpi buruk, berjalan sambil tidur, perasaan mengantuk atau insomnia. Juga dilaporkan terjadi efek seperti kondisi sakit flu dengan sakit kepala, mual, kelemahan, anoreksia dan perasaan tidak enak badan yang tidak jelas


 

  1. Tertelan

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Ketika tertelan, efek mula-mula dapat berupa mual, muntah, anoreksia, kejang perut dan diare. Penyerapan melalui usus dapat mengakibatkan gejala penghambat kolinesterase sebagaimana halnya pada paparan terhirup jangka pendek. Gejala dapat terjadi dalam waktu beberapa menit atau tertunda hingga beberapa jam. Efek tertunda seperti neuropati dapat muncul.             

 

  • Paparan Jangka Panjang

     

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Tertelan secara berulang dapat menyebabkan efek sebagaimana halnya pada paparan jangka pendek

  1. kontak dengan mata

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Kontak langsung dapat menyebabkan nyeri, hiperemia, lakrimasi, kedutan pada kelopak mata, miosis, dan kejang otot dengan kehilangan akomodasi, penglihatan kabur dan sakit pada kening. Kadang-kadang midriasis dapat terjadi sebagai pengganti miosis. Dengan paparan yang cukup, dapat terjadi gejala lain dari efek penghambat kolinesterase sebagaimana halnya pada paparan terhirup jangka pendek.

           

 

  • Paparan Jangka Panjang

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Paparan berulang atau terus menerus dapat menyebabkan efek sebagaimana halnya pada paparan jangka pendek. Beberapa campuran dapat menyebabkan efek toksik pada lensa mata, penebalan selaput ikat mata dan gangguan kanal nasolakrimal jika digunakan sebagai tetes mata miotik.


 

  1. Kontak dengan kulit

 

 

 

  • Paparan Jangka Pendek

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Pengeluaran keringat setempat dan fasikulasi dapat terjadi pada daerah kontak. Jika terabsorbsi dalam jumlah yang cukup banyak, dapat terjadi efek penghambatan kolinesterase lainnya sebagaimana halnya pada paparan terhirup jangka pendek. Gejala dapat tertunda selama 2 – 3 jam, namun biasanya tidak lebih dari 12 jam. Laju absorbsi meningkat dengan adanya dermatitis atau suhu sekitar yang tinggi. Neuropati yang tertunda juga mungkin terjadi


 

  • Paparan Jangka Panjang

     

:

Sama seperti paparan organofosfat.

Paparan berulang atau terus menerus dapat menyebabkan efek sebagaimana halnya pada paparan jangka pendek. Beberapa organofosfat kemungkinan dapat menyebabkan sensitisasi kulit.


 

 

  1. ANTIDOTUM

     

    Atropin sulfat (intravena, intramuskular). Pralidoksim (2-PAM).

     

  1. INFORMASI EKOLOGI

  1. Perilaku dan Potensi Migrasi di Lingkungan :

    Degradasi dan Bioakumulasi

    Sulfotep memiliki mobilitas yang kecil dalam tanah. Penguapan dari permukaan tanah merupakan proses penting dalam degradasi zat ini. Tidak terjadi biodegradasi di dalam tanah. Sulfotep berada dalam bentuk gas di atmosfer dengan fase uapnya akan mengalami degradasi melalui reaksi fotokimia yang memproduksi radikal hidroksil. Reaksi ini memiliki waktu paruh sekitar 2 jam

  1. Data Ekotoksisitas :

    • Toksisitas pada Ikan :

      LC50 (mortalitas) < 1000 µg/L selama 96 jam – Ictalurus punctutatus (Chanel catfish)

      LC50 (mortalitas)  0.0016 mg/L selama 96 jam - Lepomis macrochirus (bluegill sunfish)

      LC50 (mortalitas)  0.018 mg/L selama 96 jam - Rainbow trout

    • Toksisitas pada Invertebrata :

      EC50 (mortalitas) 0,23 µg/L selama 48 jam – Kutu air (Daphnia magna)

      Penilaian Dampak Lingkungan :

      4 (Skala 0-4, 4 paling berbahaya)

      Toksisitas tinggi terhadap kehidupan perairan. Batas kandungan dalam air 3,5μg/l

 

  1. KONTROL PAPARAN DAN ALAT PELINDUNG DIRI

  1. Batas paparan :

    0,2  mg/m3   OSHA TWA (kulit)

    0,2 mg/m3    ACGIH TWA (kulit)                                

    0,2 mg/m3    NIOSH TWA 10 jam yang direkomendasikan (kulit)

    0,015 bpj (0,2 mg/m3) DFG MAK (kulit)

    0,15   bpj (2,0 mg/m3) DFG MAK (kulit) dalam 30 menit

  1. Metode Pengambilan Sampel :

    data tidak tersedia

  1. Metode/ prosedur pengukuran paparan :

    Metode pengukuran menggunakan Spektrofotometri IR.

  1. Ventilasi :

    Sediakan peralatan penyedot udara atau sistem ventilasi proses tertutup. Peralatan ventilasi harus bersifat tahan terhadap ledakan jika konsentrasi bahan diudara mencapai konsentrasi yang mudah meledak. Pastikan sesuai dengan batas paparan yang ditetapkan.

  1. Alat pelindung diri :

  • Respirator :

    Respirator dan konsentrasi maksimum penggunaan berikut dikutip dari NIOSH dan/atau OSHA. Peralatan pelindung pernafasan harus disertifikasi oleh NIOSH/OSHA.

    Jenis respirator yang digunakan :

    • Paparan 2 mg/m3

      • Respirator dengan pasokan udara jenis apa saja

    • Paparan 5 mg/m3

      • Respirator dengan pasokan udara jenis apa

    • Paparan 10 mg/m3

      • Alat pernafasan serba lengkap jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh.

      • Respirator dengan pasokan udara jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh.

    • Tindakan penyelamatan :

      • Respirator pemurnian udara jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh dan selongsong untuk gas asam serta filter partikulat berefisiensi tinggi.

      • Alat pernafasan serba lengkap jenis apa saja yang sesuai.

    • Untuk konsentrasi yang tidak diketahui atau seketika/ langsung berbahaya terhadap kehidupan atau kesehatan :

      • Respirator dengan pasokan udara jenis apa saja dengan pelindung wajah penuh yang dioperasikan sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan atau mode tekanan-positif lainnya dikombinasikan dengan peralatan pasokan udara keselamatan yang terpisah.

      • Alat pernafasan serba lengkap jenis apa saja yang dilengkapi pelindung wajah penuh.

 

  • Pelindung Mata :

    Gunakan kacamata keselamatan yang tahan percikan dengan pelindung wajah. Sediakan kran air penbasuh mata untuk keadaan darurat dan semprotan air deras di sekitar lokasi kerja.

     

     

  • Pakaian : Gunakan pakaian pelindung tahan bahan kimia yang sesuai

     

  • Sarung Tangan : Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia yang sesuai.

     

  • Sepatu : Data tidak tersedia

 

  1. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA

  1. Jika terhirup

     

:

Jika aman untuk memasuki area, jauhkan korban dari paparan. Gunakan masker berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan (pernafasan keselamatan). Pertahankan suhu tubuh korban dan istirahatkan. Segera bawa ke dokter. Jika terjadi bronkospasme berikan agonis beta-2 secara inhalasi dan kortikosteroid peroral atau parenteral.

Catatan untuk dokter :

Pertimbangkan pemberian oksigen

  1. Jika tertelan

     

:

Jika terjadi muntah, jaga posisi kepala agar lebih rendah dari pinggul untuk mencegah aspirasi. Gunakan masker berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernafasan buatan jika diperlukan. Segera bawa ke dokter.

Catatan untuk dokter :

Pertimbangkan pembilasan lambung. Pertimbangkan pemberian oksigen. Hindari pemberian obat anti depresi, suksinilkolin, bahan kolinergik lainnya.

  1. Jika terkena mata

     

:

Basuh mata segera dengan air yang banyak atau menggunakan larutan garam fisiologis, sambil sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah hingga tidak ada bahan kimia yang tertinggal paling tidak selama 15 menit. Segera bawa ke dokter.

  1. Jika terkena kulit

     

:

Petugas tanggap darurat harus mengenakan sarung tangan dan menghindari kontaminasi. Lepaskan segera pakaian, perhiasan dan sepatu yang terkontaminasi. Pernafasan buatan mungkin diperlukan. Cuci area yang terkontaminasi dengan sabun dan air. Segera bawa ke dokter.

 

     

 

  1. TINDAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN

  1. Bahaya ledakan dan kebakaran

:

Bahaya kebakaran dapat diabaikan

  1. Media pemadam

:

Bahan kimia kering, karbon dioksida, air, busa. Bila terjadi kebakaran besar gunakan busa atau dengan menyemprotkan air yang banyak n dioksida, air, busa.

  1. Tindakan pemadaman

     

     

:

Pindahkan kemasan dari lokasi kebakaran jika dapat dilakukan tanpa risiko. Padamkan api besar dari lokasi yang terlindungi atau jarak yang aman. Jaga agar posisi jauh dari ujung tangki. Bendung tumpahan untuk pembuangan lebih lanjut. Jangan menghamburkan bahan yang tumpah dengan aliran air bertekanan tinggi.

 

 

  1. Produk pembakaran yang berbahaya

:

Data tidak tersedia

 

  1. TINDAKAN PENANGANAN TUMPAHAN/ BOCORAN

Cara penanggulangan tumpahan/ bocoran jika terjadi emisi:
 

  1. Di tempat kerja

     

     

:

  • Jangan sentuh bahan yang tumpah. Hentikan kebocoran jika dapat dilakukan tanpa risiko.

  • Tumpahan sedikit : Serap dengan menggunakan pasir atau bahan lain yang tidak dapat terbakar. Kumpulkan bahan yang tumpah ke dalam kemasan yang sesuai untuk pembuangan.

  • Tumpahan sedikit dan kering : Jauhkan kemasan dari lokasi tumpahan dan pindahkan ke tempat yang aman.

  • Tumpahan banyak : Bendung untuk pembuangan lebih lanjut. Isolasi daerah bahaya dan orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Beri ventilasi pada tempat yang tertutup sebelum memasuki area.

 

 

  1. Ke udara

:

Data tidak tersedia

  1. Ke air

:

Data tidak tersedia

  1. Ke tanah

:

Data tidak tersedia

 

  1. PENGELOLAAN LIMBAH

Sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. INFORMASI TRANSPORTASI

  1. Pengangkutan Udara IATA/ ICAO :

    Nama teknis yang benar : Tetraetil ditiopirofosfat

    Nomor UN/ID : 1704

    Kelas IATA/ICAO: Data tidak tersedia

  1. Pengangkutan Laut IMDG :

     Kode instruksi kemasan : P002 (IMDG code)

    Nama teknis yang benar : Tetraetil ditiopirofosfat

    Nomor UN/ID : 1704

    Kelas IMDG : P002

    Kelompok kemasan : II

    Nomor EmS : 60.1-02

    Nomor MFAG Table : Data tidak tersedia

    Polutan laut : Ya


     

  1. INFORMASI LAIN

Nomor RTECS :  XN4375000

Nomor EINECS : 222-995-2

 

  1. PUSTAKA

 

PENYUSUN

Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan POM