PCBs

.: PCBs (POLYCHLORINATED BIPHENYLS) :.


PCBs merupakan senyawa chlorinated aromatic hidrokarbon yang sangat stabil dan berwarna bening atau kuning pucat. PCBs memiliki sifat tidak larut dalam air, konstanta dielektrik tinggi, memiliki konduksi listrik rendah. Senyawa tersebut digunakan dari tahun 1930an hingga 1970an dalam berbagai produk industri. PCBs paling banyak digunakan dalam peralatan listrik seperti transformator, generator, kapasitor, coolant, dll. Pembatasan penggunaan PCBs dikarenakan dampak terhadap lingkungan, termasuk bioakumulasi pada ikan dan mamalia. Efek pada kesehatan manusia, tergantung pada konsentrasi PCBs, jenis PCBs, dan tingkat paparannya terhadap manusia.

Toxaphene merupakan jenis pestisida chlorinated hidrokarbon. Toxaphene terdiri dari sekitar 200 campuran senyawa organic, biasanya berbentuk padat berwarna kuning dan berbau seperti terpentin. Selain itu toxaphene memiliki sifat tidak terbakar dan menguap ketika berbentuk padat ataupun ketika dicampur menggunakan cairan. Toxaphene sangat lama didegradasi di lingkungan, dan dapat terakumulasi pada ikan dan mamalia

Informasi Umum

Nama Umum :    Poly Chlorinated Biphenyl (PCB)
CAS No. :    1336-36-3
Rumus Molekul :    C12H10-xClx
Rumus Struktur :    
Nama Lain/Nama Dagang























:























 
Sumber : Fledler 1997; US EPA 1994; Dobson and Van Esch 1993;
Swedish Occupational Health and Safety Board 1985, Environment Cannada 1985


Penggunaan PCBs


PCB telah digunakan dalam banyak aplikasi, dan sampai saat ini PCBs masih banyak digunakan. Misalnya pada cairan elektrik pada peralatan listrik, cairan heat-transfer pada operasional mekanikal, plasticizers, pelumas, tinta, dan surface coating. Selain itu PCBs juga digunakan untuk pendingin dan cairan isolasi ( minyak transformator ) untuk transformator dan kapasitor.

Secara umum penggunaan PCBs dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:


1. Aplikasi Tertutup PCB

contoh Aplikasi tertutup PCBs, antara lain:

a.  Electrical Transformator

b.  Electrical Kapasitor

c.  Electrical motor

d.  Electric Magnet


2. Aplikasi Semi Tertutup PCB

Aplikasi semi tertutup adalah PCBs tidak terpapar langsung ke lingkungan, tetapi dapat terpapar secara periodic selama penggunaan alat tersebut berlangsung. Table berikut merupakan contoh aplikasi semi tertutup.

Sistem terbuka adalah aplikasi dimana PCBs berada dalam kontak langsung dengan lingkungan sekitar dan lebih mudah berpindah langsung ke lingkungan. Peliat ( Plasticizers ) merupakan aplikasi terbuka yang paling banyak digunakan dalam PVC, neoprene, dan lainnya. Selain itu, PCB aplikasi terbuka digunakan dalam pelumas, Coating Surface, Adesif, Tinta, dan lainnya.

3. Aplikasi Terbuka PCB


Sejarah PCBs

Pada awalnya PCBs disebut dengan “diphenyls diklorinasi” sebagai bahan sampingan tar batu bara. Berikut tabel mengenai sejarah perkembangan PCBs di dunia.


Di Amerika Utara, PCB dipasarkan dengan nama dagang Aroclor 1260. Secara umum, dua digit pertama pada nama dagang PCB mengacu pada jumlah atom karbon dalam kerangka bifenil, dua angka berikutnya menunjukkan presentase massa klorin dalam dalam campuran. Dengan demikian, Aroclor 1260 memiliki 12 atom karbon dan mengandung 60% massa klorin.

Pada tahun 1972, pemerintah jepang melarang produksi, penggunaan, dan impor PCB. Sedangkan di Amerika, pada tahun 1979 melarang produksi PCB di dalam negeri, meskipun beberapa masih menggunakan PCB pada system tertutup seperti kapasitor dan transformator.


Penyebaran PCB Di Lingkungan

Gambar di bawah ini menggambarkan siklus penyebaran distribusi PCB di lingkungan. Dari gambar di atas dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber – sumber PCB, sehingga dapat meminimalisir penggunaan PCB.

Senyawa PCBs bersifat presistant, yang berarti bertahan sangat lama di alam. Udara dan Air dapat menyebarkan senyawa PCBs dari satu tempat ke tempat lain dengan jarak yang sangat jauh.

Gambar di bawah ini merupakan cara penyebaran PCBs. Pada siang hari ( udara panas ), senyawa PCBs menguap ke udara dan kemudian terbawa angin, sehingga berpindah tempat dengan jarak jauh hingga ke tempat yang bersuhu rendah atau dingin. PCBs juga dapat dilepaskan di udara dengan cara pembakaran sampah.


Bioakumulasi PCBs

Konsentrasi PCB akan naik setiap tingkat dalam rantai makanan. Dengan kata lain, orang yang mengkonsumsi produk hewani (daging, telur, keju, susu) akan mendapatkan dosis jauh lebih tinggi daripada vegetarian murni.

Exposure / Paparan


Udara :

Kandungan PCBs di udara umumnya lebih tinggi di dalam ruangan daripada di luar ruangan. Tingkat paparan udara di dalam ruangan pada gedung yang tidak terkontaminasi, mencapai 1,9 – 3,6 ng/m3, dengan dosis paparan harian sebesar 0.6-1.2 ng/kg.

Air Minum :

Tingkat paparan air minum biasanya berkisar antara 0,1 - 0,5 ng/liter. Seseorang minum 2 liter air per hari yang mengandung 0.5 ng/liter akan terpapar dosis harian sebesar 0,01 – 0,02 ng/kg (berat badan 100 – 50 kg).

Makanan :

Secara umum, tanaman mengandung tingakat paparan lebih rendah daripada hewani. Beberapa penelitian, telah menganalisis konsentrasi PCB dalam berbagai komoditas pangan dan menghitung asupan makanan. Berdasarkan penelitian, jumlah PCB dalam asupan makanan sebesar 14,35 µg/hari, dengan dosis harian sebesar 0.24 µg/kg untuk orang dengan berat badan 60 kg. Kebiasaan pola makan di suatu wilayah, misalnya asupan lemak ikan dari perariran yang terkontaminasi, secara signifikan dapat meningkatkan asupan harian PCB.


Dampak pada Kesehatan

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa paparan PCB dapat menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan. Dampak kesehatan tersebut antara lain:

Kanker :

PCBs diklasifikasikan sebagai senyawa yang kemungkinan bersifat karsinogen. Selain itu, sebuah studi menemukan bahwa resiko anak – anak mengidap leukimia limfositik akut meningkat dua kali lipat dikarenakan paparan PCB yang terdeteksi pada debu ruangan dimana anak – anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya.

Sistem Imunitas :

PCBs menekan system kekebalan tubuh dan fungsi kelenjar tiroid.

Penyakit Jantung :

PCBs menyebabkan peningkatan resiko penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes.

Hormonal :

PCBs dapat mengubah sistem hormon seks. Berdasarkan penelitian, telah ditemukan bahwa PCBs dapat menurunkan usia gadis mencapai pubertas dan dapat mengurangi kadar hormone laki – laki ( testosterone )

Asma :

PCBs secara keseluruhan dapat meningkatkan resiko penyakit asma dan penyakit pernafasan lainnya.

Berat & Kemampuan Motorik Bayi pada saat lahir :

Wanita hamil yang terpapar PCBs, maka bayi yang lahir akan memiliki berat badan kurang dibandingkan bayi yang lahir dari wanita yang tidak terpapar PCBs. Selain itu, bayi tersebut memiliki respon tidak normal pada tes perilaku bayi, termasuk masalah kemampuan motorik dan penurunan memori jangka pendek.

Kemampuan untuk Belajar :

PCBs berhubungan dengan masalah kognitif dan penurunan kemampuan belajar dan daya ingat. Contohnya, anakyang terpapar

Referansi :

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Polychlorinated_biphe...
  2. http://www.aadnc-aandc.gc.ca/eng/1100100023448/110...
  3. http://www.jdfem.com/incidents/2011-japan-quake/Gr...
  4. http://chej.org/wp-content/uploads/Health-Effects-...

Views: 6210