KLHK Latih Pemerintah Daerah se-Jawa Gunakan UNEP Toolkit untuk Identifikasi Aliran Massa Merkuri di Sektor Energi dan PESK

Jakarta, 17 Mei 2023 – Sebagai negara yang telah mengesahkan Konvensi Minamata, Indonesia wajib untuk memetakan kondisi nasional dan mengidentifikasi status implementasi pelaksanaan Konvensi Minamata melalui inventarisasi dan pemantauan merkuri di berbagai sumber/media lingkungan.

Menindaklanjuti kegiatan serupa yang telah dilakukan untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (cq. Direktorat Pengelolaan B3), bekerjasama dengan UNEP dan Basel and Stockholm Conventions Regional Centre for Southeast Asia (BSCRC-SEA), kembali menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Aliran Massa Merkuri (mercury mass flow development) untuk memperkenalkan prinsip aliran massa merkuri, metode identifikasi sumber-sumber merkuri, serta potensi emisi dan lepasan merkuri yang dihasilkan, khususnya di bidang energi dan PESK.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, pada tanggal 16 – 17 Mei 2023 di Hotel Borobudur, Jakarta. Peserta merupakan pemerintah daerah yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Banten. Acara dibuka oleh Ibu Yunik Kuncaraning Purwandari (Kasubdit Penetapan B3 KLHK), mewakili Plt. Direktur Pengelolaan B3 KLHK.

Dalam sambutannya, Ibu Yunik menyampaikan bahwa penggunaan merkuri secara disengaja dapat ditemukan pada pertambangan emas skala kecil, peralatan kesehatan, batu baterai, lampu, bahkan pada kosmetik illegal. Merkuri sendiri bisa dihasilkan secara tidak sengaja dari penggunaan bahan baku di industri semen, industri non-ferous metal (timah hitam, seng, tembaga, dan emas industri), pembangkit listrik berbahan bakar batubara, fasilitas pembakaran sampah, dan lainnya.

“Melalui pelatihan ini saya berharap seluruh peserta dapat memahami manfaat dan bagaimana cara menyusun aliran massa merkuri untuk mendukung peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam melakukan inventarisasi merkuri di wilayah masing-masing” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan dibagi menjadi beberapa sesi dengan narasumber ahli di berbagai bidang, antara lain, Anandini Mayang (KESDM), Fajriah Hilwani (KESDM), Annisa Lutfiati (KLHK), Kania Dewi (Pakar dari ITB), dan Bayu Hendrawan (KLHK). Peserta terlihat antusias dan aktif saat sesi tanya jawab dan diskusi.

Pelatihan ini memperkenalkan penggunaan UNEP Toolkit for Identification and Quantification of Mercury Releases dalam membuat aliran massa merkuri, dengan memberikan penjelasan mendalam mengenai sumber merkuri dan metode perhitungan aliran masukan (input) dan keluaran (output) merkuri.

“Apabila sumber-sumber dan lepasan merkuri dapat diidentifikasi, maka harapannya sumber tersebut bisa dikurangi agar tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Terutama dari sumber yang besar, misalnya di sektor PESK,” disampaikan Annisa Lutfiati (Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama, KLHK) saat memberikan materi Pengenalan UNEP Toolkit for Identification and Quantification of Mercury [KB1] . Toolkit ini terdiri dari Tookit Level 1 dan 2. Toolkit Level 2 lebih detail dibandingkan dengan Toolkit Level 1 dan lebih menggambarkan kondisi aliran massa merkuri di tingkat nasional. Saat ini bahkan telah tersedia Toolkit Level 3 yang selangkah lebih maju dari Level 2 dengan mengintegrasikan seluruh sumber merkuri ke dalam seluruh aliran massa.

Di hari kedua, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi untuk mempraktikkan cara identifikasi sumber dan perhitungan lepasan Merkuri berdasarkan data di daerah masing-masing untuk kemudian mempresentasikannya. Setiap kelompok didampingi oleh satu fasilitator sebagai pendamping.

Informasi lebih lanjut:
Direktorat Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Telp/Fax : 021-85905639

Penanggung jawab berita:Plt. Direktur Pengelolaan B3, KLHK Haruki Agustina


merkuri klhk b3 ditpb3 stoppenggunaanmerkuri hapusmerkuridaribumipertiwi makemercuryhistory

Views: 632